Part I - Reconstruction
Part I - Reconstruction
NineteennineX (199X) adalah band yang terlahir kembali dari kehilangan, kegagalan, suara-suara yang tak sempat tersampaikan, serta mimpi yang berkali-kali dipatahkan. Kami percaya, tidak semua orang menemukan jalannya dengan mudah. Sebagian harus tersesat lebih dulu untuk memahami apa arti “pulang”. Ini bukan tentang menjadi sempurna. Ini tentang tetap melangkah, meski arah terasa kabur tapi rasa kami selalu utuh. Kami merayakan luka, kebisingan, kehilangan, nostalgia, dan segala hal yang pernah membuat kami sebagai individu tetap merasa hidup. Karena pada akhirnya, misteri perjalanan ke depan beserta rangkaian proses kehilangan selalu memiliki keindahan bagi mereka yang mengambil keputusan untuk terus mencari. And if someday everything fades, setidaknya tidak bisa dihindarkan bahwa 199X pernah menjadi bagian kecil dari perjalanan setiap individu.
199X adalah band alternative pop/rock asal Yogyakarta yang terbentuk pada 21 Juli 2019. 199X lahir dari ketertarikan para personelnya terhadap musik. Nama “199X” terpilih karena Angka "199" melambangkan banyaknya proses dan usaha yang terus dilakukan, sementara huruf "X" merepresentasikan variabel kemungkinan, perubahan, dan pencapaian berikutnya.
"Ad astra per dolorem" merupakan frasa yang memiliki makna menuju bintang-bintang melalui penderitaan. Demikian juga dengan NineteennineX yang bertransformasi dengan warna baru dan api yang tetap menyala, layaknya sebuah cahaya bintang yang menuju terang terpicu oleh adanya keruntuhan terlebih dahulu, sebuah perjalanan musikal yang menggambarkan proses menuju harapan dan arah baru. Transformasi ini diwujudkan melalui single terbaru kami yang berjudul “Rayakan Kehilangan”, menghadirkan nuansa emosional yang lebih mendalam dengan karakter musik yang baru dan lebih dewasa. Lagu ini menjadi refleksi tentang bagaimana setiap luka dan kegagalan itu bukanlah akhir perjalanan, melainkan bagian dari proses individu untuk terus bertumbuh.
Part II - Searching for Meaning
Kami tidak pernah menyadari bahwa pada akhirnya setiap hal yang dipertemukan pada tempat yang sama merupakan salah satu cara semesta bekerja untuk tetap memberikan tanda bahwa ini semua harus tetap berjalan dan dimenangkan. Seiring berjalannya waktu banyak hal berubah, orang-orang berubah, arah berubah, rencana berubah, dan beberapa cerita berakhir lebih cepat dari yang pernah kami bayangkan. Namun, banyak cerita yang menolak untuk selesai begitu saja.
Kontemplasi adalah upaya kami untuk memahami apa yang masih bertahan setelah semuanya berubah. Dari situlah kami menemukan makna bahwa kami hanya sedang melanjutkan perjalanan dalam bentuk yang berbeda. Kami menyusun lagi, kami membangun kembali, dan kami merakit ulang dari semua yang pernah ada untuk menjadi NineteennineX dengan versi terbaik.
We were never looking for a way back. We were building a way forward.
199X.
Part III - Component Assembly
All Variables Confirmed. Identity Reconstruction Complete.
VARIABLE IV
Danu Hendrawan
"Danz"
Drummer
VARIABLE III
Kurnia Jati Kris Naramy
"Boaz Jati"
Vocalist
VARIABLE II
David Gabriel
"Jack"
Guitarist
VARIABLE I
Stefan M. Handoko
"Stefan"
Bassist
Part IV - Research Findings
Seperti halnya suasana malam seusai peperangan, sunyi selalu datang lebih dulu daripada fajar. Gunung yang membentuk waktu dan takdir kita mengajarkan bahwa tak ada langkah yang dapat diulang.
Kita hanya bisa terus berjalan ke depan, menunggu giliran dipanggil kematian atau perlahan ditelan waktu. Maka, selagi napas masih menyusun perjalanan, mari rayakan setiap kehilangan yang pernah menguatkan, setiap luka yang menjadikan kita bertahan, dan setiap hari yang masih memberi kesempatan.
Sebab hidup bukan tentang menunda akhir, melainkan tentang berani terus melangkah. Akhirnya, kita rayakan, lalu terus maju.
LATEST RELEASE
Part V - Field Support
Troy joined the reconstruction process as an apparel support partner, contributing to the campaign’s wardrobe direction, field identity, and visual documentation.
NineteennineX sempat memasuki salah satu fase paling berat dalam perjalanannya. Fase di mana kehilangan mengharuskan kami untuk membangun ulang semuanya. Namun, seiring berjalannya waktu tidak semua yang pergi membuat kita kehilangan segalanya. Terkadang, kita hanya sedang diberi kesempatan untuk mengendapkan rasa keraguan dan melihat lebih jelas siapa yang memilih untuk tetap bertahan dan memperjuangkan mimpi bersama.
Troy adalah satu di antara banyaknya dukungan yang hadir untuk kami.
Ini adalah pengingat bahwa hubungan yang bermakna tidak dibangun hanya pada saat-saat terbaik, tetapi juga pada saat terpuruk sekalipun untuk tetap bertahan di tengah keraguan. Thank you, Troy, for believing in the process, for standing with us through the uncertainty, and for becoming a part of the journey that continues to shape NineteennineX.